“KASIH”
ARTI DAN ISTILAH KASIH DALAM PERJANJIN
LAMA
Oleh :
Darman Laia
Kata Ibrani kasih adalah ‘Ahaf’.
Pemakaian amat luas dan merupakan kata umum dengan beragam makna sesuai
kadarnya. Kata ibrani yang lain adalah Dot dan Ra’yah, artinya kasih Asmaradan
objeknya ialah Wanita. Kata yadid (Mazmur 127:2), Khashaq (Mazmur 91:14),
Khavav (Ulangan 33:3), Agav (Yeremia 4:30), artinya para pencipta dan Rakham
(Mazmur 18:1). Kasih dalam PL, baik yang Insani maupun yang Ilahi, adalah
ungkapan paling dalam dari kepribadian, sekaligus hubungan hubungan pribadi
yang paling akrab dan dekat.
Kata Ahav di pakai dalam bentuk
hubungan, misalnya Kasih Allah kepada Manusia yang digambarkan sebagai hubungan
Bapa den Anak (Mazmur 6:7). Atau sebagai hubungan Suami Istri (Hosea 1-3).
Demikian juga kasih persahabatan, misalnya Kasih antara Daud dan Yonatan (1
Samuel 18) dan hubungan antara Orang Tua dan Anak (Abraham dan Ishak Kejadian
22:2, Ishak dan Esau Kejadian 25:28a).
1. Kasih dipahami dari Tindakan Allah
Dalam PL maupun PB
menegaskan bahwa pemahaman kasih bukan berawal dari konsep, melainkan dari
tindakan Allah yang karena keprihatinannya membebaskan umatnya dari
penderitaan. Memang tidak dapat diingkari bahwa penyataan Allah dalam PL
seringkali digambarkan sebagai tindakan yang mendukung tindakan kekerasan,
misalnya :
ü Allah memerintahkan umat Israel Agar tidak membuat
kesepakatan dengan penduduk kanaan dan berjanji bahwa dengan pertolongan Allah,
Israel dapat membinasakan mereka semua
(Ulangan 7:1-24)
ü Umat Israel di perintahkan untuk menghapuskan sama
sekali ingatan kepada Amalet dari kolong langit (Ulangan 25:17-19) Dan
ü Pembinasaan seluruh penduduk Yerikho, berdasar
perintah Allah, kecuali Rahab dan keluarganya (Yosua 6:17-21).
Dalam PL nampak dalam
Misi atau peristiwa Yunus, yang menekankan bahwa Allah mengasihi semua umat
manusia dan tidak menghendaki kehancuran dan kematian mereka, di tempatkan pada
perspektif Allah yang tidak menghendaki penindasan terhadap yang lemah dan
menghendaki kesejahteraan umatnta.
Visi Alernatif
ditekankan juga melalui perintah atau anjuran-anjuran agar Israel juga berbuat
baik dan tidak menindas orang Asing (Ulangan 10:17-19).
2.
Kasih Allah yang
Menyelamatkan
Karena kasih-Nya, Allah
bertindak menyelamatkan manusia tanpa ditentukan dan dipengaruhi oleh
keberadaan manusia yang tidak setia, tidak baik, dan tidak menarik. Keberadaa
manusia sebagai ciptaanya yang menderita, itulah yang menjdi keprihatian Allah.
Allah bertujuan menjadikan manusia lebih baik. Kasih Allah tidak bersyarat,
merupakan faktor yang sangat penting dan menentukan bagi umat dalam memandang hukum
dan perintah kasih dan perangkat Allah dan sesama Manusia.
3.
Kasih Allah yang
Mengubah Dunia
Manusia tidak akan
mampu mengubah Dunia. Namun manusia yakin bahwa kasih Allah mampu mengubah
Dunia. Persoalannya adalah bagaimana kita sehingga melalui kehidupan kita
dimungkinkan terjadinya perubahan kearah yang baik tentunya. Berkali-kali
Israel hampir bahkan telah, terjebak dalam penyempitan arti kasih kepada Allah.
Hal ini tampak jelas
dari kritik para Nabi, seperti : Yesaya, Amos dan Hosea. (Yesaya 1:14), (Amos
5:23-24), dan (Hosea 6:6).
Kekuatan Umat Allah/
orang percaya dalam mengubah Dunia bukan semata-mata terletak pada Doa (seperti
mantan diktator diatas) dan kesalehan pribadi dalam menjalankan kewajiban
Ritual keagamaan, melainkan pada perwujudan kasih Allah yang sudah diterinya dalam kehidupan sehari-hari melalui
perbuatan kasih yang nyata kepada sesama. Pelaksanaan perbuatan kasih ini
memberi efek yang baik bagi lingkungan atau Dunia.
4.
Kasih Allah
kepada Manusia
ü Objeknya kasih terutama adalah kelompok kotif
(Ulangan 4:37), nenek moyangmu (Amsal 8:17) orang yang mengasihi Aku (Yesaya
43:4
ü Bersifat Pribadi ini berakar kuat pada sifat Allah
sendiri. Kasih itu lebih dalam dari seorang Ibu kepada Anak-anaknya (Yesaya
49:15, 6613). Ini sangat jelas dalam Hosea 1:3. Kasih Alah adalah bagian dari
kepribadiannya, dan tidak boleh diguncang oleh murkanya atau dialihkan karena
ketidak taatan Objeknya (Hosea 11:1-4, 7:9). Ini adalah acuan PL paling dekat
pada deklarasi bahwa Allah adalah kasih.
ü Sifatnya Efektif, kitab Ulangan khususnya mendasari
hubungan perjanjian antara Israel dan Allah pada kasih Allah yang terdahulu.
Tuhan mengambil prakarsa dan memilih Israel karena Dia mengasihi mereka
(Ulangan 4:37,7:6, 10:15)
5.
Kasih Sebagai
Tugas Agamawi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar